Home Start Back Next End
  
17
Penokohan dan karakterisasi-karakterisasi sering juga disamakan artinya dengan
karakter dan perwatakan, menunjuk pada penempatan tokoh-tokoh tertentu dengan
watak(-watak) tertentu dalam sebuah cerita. (hal.165)
     Jones dalam Nurgiyantoro (2010) mengatakan bahwa “penokohan adalah pelukisan
gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita” (hal.165).
Abrams dalam Nurgiyantoro (2010, hal.165) juga menambahkan: “tokoh cerita
(character) adalah orang(-orang) yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama,
yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu
seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan.”
2.3.1 Pembedaan Tokoh
     Berikut ini adalah pembedaan tokoh menurut Nurgiyantoro (2010, hal.176-194):
a.
Tokoh Utama dan Tokoh Tambahan
     Tokoh utama adalah tokoh yang diutamakan penceritaannya dalam suatu
karya sastra sedangkan tokoh tambahan tidak. Tokoh utama dalam suatu karya
sastra tidak selalu satu orang saja, bisa lebih, namun kadar ke-utamaannya
berbeda. Pembedaann antara tokoh utama dengan tokoh tambahan tidak dapat
dilakukan secara eksak, namun pembedaan itu lebih bersifat gradasi. Kadar
keutamaan tokoh-tokoh itu bertingkat: tokoh utama (yang) utama, utama
tambahan, tokoh tambahan utama, tokoh tambahan (yang memang) tambahan.
b.
Tokoh Protagonis dan Tokoh Antagonis
     Tokoh protagonis adalah tokoh yang kita kagumi, yang populer disebut hero.
Tokoh ini menampilkan sesuatu yang sesuai dengan pandangan kita, harapan-
harapan kita sebagai pembaca. Sebuah fiksi harus mengandung konflik,
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter