|
35
televisi yang semakin murah,
sehingga siaran televisi semakin terjangkau
oleh masyarakat.
2.
Selektifitas dan fleksibilitas, Televisi sering dikritik sebagai media yang tidak
selektif dalam menjangkau penontonnya, sehingga sering dianggap sebagai
media lebih cocok untuk produk konsumsi masal. Televisi dianggap sebagai
media yang sulit menjangkau segmen penonton tertentu tersebut karena
adanya variasi komposisi penonton sebagai hasil dari isi program, waktu
siaran dan cakupan geografis siaran televisi (Morrisan:2007:187).
Siaran televisi menurut Willis Aldridge memiliki flexibility thats permits
adaptation to special needs and interest
(fleksibilitas yang memungkinkan
penyesuaian terhadap kebutuhkan dan kepentingan yang khusus). Dalam hal
ini, pemasangan iklan dapat membuat variasi isi pesan iklan yang disesuaikan
dengan kebutuhan atau karakteristik wilayah setempat (Morrisan: 2007:188).
Beberapa televisi nasional di Indonesia memungkinkan adalanya local break
untuk diisi dengan
iklan lokal sesuai dengan iklan target penonton dan
segmen yang di tuju.
3.
Fokus perhatian, karena sifatnya yang audio visual, maka penonton
membutuhkan waktu khusus serta harus fokus dan memperhatikan tayangan
pada saat menyaksikannya.
4.
Kreatifitas dan efek, Pemasang iklan terkadang ingin menekankan pada
aspek hiburan dalam iklan yang ditayangkannya dan tidak ingin menunjukan
aspek komersil secara mencolok. Dengan demikian, pesan iklan yang di
|