Home Start Back Next End
  
dikembangkan diperoleh dari luar negeri berasal dari Asia Tengah dan beberapa
negara di Karibia termasuk, Meksiko.
Taman Mawar didirikan di awal tahun 1996, membudidayakan jenis-jenis
tanaman mawar yang semakin bervariasi dalam segi jumlah dan bentuknya.
Karena seiring bergantinya tahun jumlah jenis mawar yang dimiliki Taman
Bunga Nusantara bertambah setiap tahunnya dengan pengadaan bibit dari luar
negeri ditambah dengan perkawinan silang yang dilakukan di bagian Nursery.
Tanaman-tanaman mawar ini sering mengalami pergantian setiap tahunnya.
Minimal dalam satu tahun terdapat empat kali pergantian tanaman mawar yang
dilakukan oleh Taman Bunga Nusantara, hal ini dikarenakan mawar-mawar
tertentu tidak bisa hidup dalam keadaan cuaca atau kadar kelembaban tertentu,
kemudian tanaman mawar tidak mengalami masa dormant (tidur) di daerah
tropis seperti di Indonesia, sehingga masa hidupnya sangat singkat. Taman
Bunga Nusantara memberlakukan tanaman ini dengan perlakuan khusus
mengenai tatacara penyiraman, pemberian pupuk, penyiangan dengan seksama
dan perhitungan yang matang.
Pada perkembangan selanjutnya di akhir tahun 1996, didirikan sebuah
Rumah Kaca (Green House) yang dirancang oleh seorang ahli dari Belanda
untuk menumbuhkan jenis-jenis tanaman yang membutuhkan perawatan dan
kelembaban yang berbeda bagi tanaman. Fungsi dari rumah kaca ini dapat
mengatur kondisi suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya sehingga tanaman
dapat bertumbuh-kembang dengan sangat baik.
Pada awal perkembangannya, di dalam Green House
terdapat jenis
tanaman Agloenema, yaitu tanaman hias
daun mempunyai daun yang besar
seperti tombak mempunyai batang yang pendek. Aglaonema
varietas hijau
mempunyai kelebihan mampu tumbuh pada kondisi cahaya yang minim, untuk
varietas varigata memerlukan cahaya yang lebih terang. Kemudian ada pula
bunga Aster yang membutuhkan penyinaran matahari secara tidak langsung.
2.3.2 Periode Kedua (1999-2004)
Dalam periode kedua perkembangan Taman Bunga Nusantara tidak
mengalami sebuah hal yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan krisis
ekonomi yang melanda Indonesia membawa dampak yang kurang baik bagi
pendapatan yang diterima oleh Taman Bunga Nusantara. Taman Bunga
Nusantara sempat tidak beroperasi dalam kurun waktu 6 bulan di tahun 1998
dan 3 bulan di tahun 1999, pada tahun-tahun berikutnya pihak pengelola
membutuhkan masa recovery (pemulihan) untuk beberapa kendala yang
dihadapi selama masa krisis.
Pada periode kedua ini yang berkisar antara rentang waktu tahun 1998-
2004 Taman Bunga Nusantara tidak terlalu banyak mendatangkan bibit
tanaman hias dari luar negeri dikarenakan biaya yang tidak sedikit dan alasan-
alasan lainnya, namun ada beberapa jenis tanaman yang sedikitnya didatangkan
untuk menambah koleksi, seperti Bunga Lotus dari Asia Timur dan Cyperus
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter