|
dimengerti oleh pembacanya. Jalan cerita tersebut layaknya disebut alur.
Esten (1984:27) mengatakan: Alur adalah urutan (sambung-sinambung)
peristiwa-peristiwa dalam sebuah cerita rekaan.
Alur dapat melibatkan
ketegangan, pembayangan dan peristiwa masa lalu.
Alur terbagi 3 :
Alur maju
Alur mundur
Alur campuran
Hal ini dimaksudkan untuk membangun cerita agar peristiwa
ditampilkan tidak membosankan. Selanjutnya alur ditutup dengan ending.
4. Latar/ Setting
Latar adalah segala keterangan, petunjuk, pengacauan yang berkaitan
dengan ruang, waktu dan suasana terjadinya peristiwa dalam suatu karya
sastra (Lustantini Septiningsih, 1998: 44). Dengan demikian sebuah latar
cerita akan memberi warna cerita yang ditampilkan, disamping juga
memberikan informasi situasi dan proyeksi keadaan batin para tokoh.
2.3.8 Narasi
Ilmu mengenai penceritaan atau kisah, tertulis ataupun tidak. Penemu teori
narasi yaitu Aristotle.
Dimana pengetahuannya dalam plot didialam drama
membesarkan ilmu narasi sebagai bentuk seni yang kini dikenal sebagai puisi.
Narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi
ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh
narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman.
Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novel, cerpen, cerbung, ataupun
cergam.
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal tengah
akhir.
|