Home Start Back Next End
  
Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana
dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat
pembaca.
Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik.
Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konflik timbul
dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-
macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang
singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan
mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.
     Langkah menyusun narasi (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung
dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan
menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan "rumus"
5 W + 1 H.
1.
(What) Apa yang akan diceritakan,
2.
(Where) Di mana seting/lokasi ceritanya,
3.
(When) Kapan peristiwa-peristiwa berlangsung,
4.
(Who) Siapa pelaku ceritanya
5.
(Why) Mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan
6.
(How) Bagaimana cerita itu dipaparkan.
2.3.9 Penjelasan Mengenai Cerita Sesuai Usia Anak
Usia 0 2 Tahun:
     Ini merupakan awal masa perkembangan sensorik-motorik sehingga
semua tingkah laku dan pemikiran anak didasari pada hal itu.
Dan pilihan
cerita yang cocok adalah cerita dengan obyek yang ada di sekitar lingkungan
anak dengan bentuk – bentuk dasar dan sederhana, seperti bola, sepatu, atau
boneka.
Usia 2 - 4 tahun
     Usia ini merupakan usia pembentukan. Anak cenderung mengikuti
perilaku yang ia lihat, anak sudah mulai senang berimajinasi. Cerita yang
cocok adalah mengenai benda-benda disekitarnya atau binatang yang dekat
dengan kesahariannya yang bisa berbicara atau melakukan keseharian
seperti manusia.
Usia 4 7 tahun
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter