|
Tidak berapa lama, semua peralatan yang diminta Bandung Bondowoso telah siap. Ia berdiri
di depan alatar,
lalu merentangkan kedua tangannya. Pasukan jin, datanglah! teriak
Bandung Bondowoso.
Bantulah aku untuk membuat seribu candi dalam waktu semalam, pinta Bandung
Bondowoso.
Setelah itu, para jin sibuk melaksanakan tugasnya masing-masing. Belum sampai tengah
malam, candi yang dibuat sudah sangat banyak.Roro Jonggrang yang mengawasi dari
kejauhan tampak cemas jika Bandung Bondowoso berhasil memenuhi Persyaratannya.
Apa yang harus aku lakukan? Sepertinya pekerjaan itu akan selesai sebelum terbit fajar,
Tanya Roro Jonggrang dalam hati.
Roro Jonggrang mulai mencari akal. Akhirnya, ia mengumpulkan dayang-dayang istana,
Dayang-dayang, tolong kalian bantu aku untuk mengumplkan jerami. Setelah terkumpul,
cepat bakar jerami itu! perintah Roro Jonggrang. Baik tuanku putri, jawab para dayang.
Para dayang segera melaksanakan perintah Roro Jonggrang. Setumpuk demi setumpuk
jerami dikumpulkan. Setelah cukup banyak, jerami tersebut dibakar. Api dari bakaran jerami
itu menyebabkan langit berwarna jingga. Hal ini menyebabkan warna langit menyerupai fajar
yang mulai menyingsing. Roro Jonggrang juga meminta sebagian dari para dayang untuk
menumbuk lesung seperti kegiatan pada pagi hari.
Hei lihat, langit sudah mulai cerah! Pasti matahari sebentar lagi akan terbit. Penduduk pun
sudah mulai bekerja. Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita terbakar matahari! teriak
para jin.Para jin akhirnya lari berhamburan meninggalkan pekerjaan mereka.
Pagi harinya, Bandung Bondowoso mengira bahwa pekerjaan para jin sudah selesai untuk
membuat seribu candi. Ia pun mengajak Roro Jonggrang untuk berjalan-jalan melihat sekitar
candi dengan penuh keyakinan.
Jangan yakin dulu Bandung Bondowoso. Lebih baik kau hitung dulu candi itu! Benarkan
ada seribu candi? kata Roro Jonggrang.
|