|
Satu demi satu candi itu dihitung.TIbalah candi terakhir yang dihitung.Ternyata hitungan
candi hanya sampai semibilan ratus Sembilan puluh Sembilan. Bandung Bondowoso yang
mengetahui bahwa candinya kurang satu tampak murka. Dengan murkanya, ia menunjuk
Roro Jonggrang dan berkata, Kalau begitu, kaulah yang akan melengkapi candiku yang ke
1000!
Tiba-tiba, Roro Jonggrang berubah menjadi patung batu.Sampai sekarang, patung batu ROro
Jonggrang dan Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan candi masih dapet kita liat di daerah
Yogyakarta.Candi itu bernama Candi Prambanan atau juga biasa disebut Candi Roro
Jonggrang.
B) Versi Cerita Wikipedia
Konon di Jawa Tengah terdapat dua kerajaan yang bertetangga, Kerajaan Pengging dan
Kerajaan Baka.Pengging adalah kerajaan yang subur dan makmur, dipimpin oleh seorang
raja yang bijaksana bernama Prabu Damar Maya.Prabu Damar Maya memiliki putra bernama
Raden Bandung Bondowoso (Bandawasa) yang gagah perkasa dan sakti.Sedangkan kerajaan
Baka dipimpin oleh raja danawa
(raksasa) pemakan manusia bernama Prabu Baka.Prabu
Baka dibantu oleh seorang Patih bernama Patih Gupala yang juga adalah raksasa.Meskipun
berasal dari bangsa raksasa, Prabu Baka memiliki putri cantik bernama Rara Jonggrang.
Untuk memperluas kerajaannya dan merebut kerajaan Pengging, Prabu Baka bersama Patih
Gupala melatih balatentara dan menarik pajak dari rakyat untuk membiayai perang.Setelah
persiapan matang, Prabu Baka beserta tentaranya menyerbu kerajaan Pengging.Pertempuran
meletus di kerajaan Pengging.Banyak korban jatuh dari kedua belah pihak. Akibatnya rakyat
Pengging menderita kelaparan, kehilangan harta benda, dan banyak yang tewas. Demi
mengalahkan para penyerang, Prabu Damar Moyo mengirimkan putranya, Pangeran
Bandung Bondowoso untuk bertempur melawan Prabu Baka.Pertempuran antara keduanya
begitu hebat, dan berkat kesaktiannya Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan dan
membunuh Prabu Baka. Ketika Patih Gupala mendengar kabar kematian junjungannya, ia
segera melarikan diri mundur kembali ke kerajaan Baka.
|