|
17
Modirono dan Nyai Haji Siti Aminah. Puteri itu bernama Ngasirah. Pada waktu itu Ngasirah
masih berumur 14 tahun.
2.5.2 Pangeran Ario Tjondronegoro (Kakek R.A Kartini)
Pangeran Ario Tjondronegoro merupakan bupati pertama yang memberikan pendidikan
kepada putra-putranya dengan jalan mendatangkan seorang guru ke rumah bagi mereka.
Waktu itu Bahasa Belanda merupakan satu-satunya bahasa ilmu pengetahuan, karena itu
tinggi rendahnya pengetahuan seseorang dapat diukur dari tinggi rendahnya pengetahuannya
tentang bahasa Belanda. Pada tahun 1902 di seluruh Jawa dan Madura hanya ada 4 orang
Bupati yang pandai menulis dan berbicara Belanda ; P.A Achmad Djajadiningrat (Bupati
Serang), R.M. Tumenggung Kusumo Utoyo (Bupati Ngawi), Pangeran Ario Hadiningrat
(Bupati Demak, paman R.A Kartini), dan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat (Bupati
Jepara, ayah R.A Kartini). Sedang di Cirebon ada beberapa orang Bupati yang sedikit-sedikit
saja mendapat didikan (Toer, 2003)
2.5.3 Rosa Abendanon (Sahabat R.A Kartini)
Beliau adalah wanita Belanda kawan pena dari R.A. Kartini, yang pada akhirnya
menjadi istri dari
J. H. Abendanon Menteri Kebudayaan, agama, dan industri di Hindia
Belanda. J.H. Abendanon sendiri adalah sosok dibalik diterbitkannya kumpulan surat- surat
R.A. Kartini yang sebagian besar kepada istrinya menjadi sebuah buku berjudul Door
Duisternis tot Licht (diterjemahkan oleh Sulastin Sutrisno dengan judul Surat-surat Kartini,
Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya dan Armijn Pane menjadi Habis Gelap Terbitlah
Terang). Rosa adalah pihak yang dipercaya memiliki pengaruh besar kepada R.A. Kartini
atas pandangannya terhadap emansipasi wanita di Jawa waktu itu.
2.6 Data Umum Berkenaan dengan Jawa Tengah
Nama Jawa Tengah, sebuah propinsi terbentuk sejak jaman Hindia Belanda. Tercatat
hingga tahun 1905, Jawa Tengah terbagi atas 5 wilayah atau sering disebut gewesten antara
lain Semarang, Kedu, Banyumas, Pekalongan dan Rembang. Sedangkan Kota Surakarta
(Solo) pada masa itu masih merupakan daerah Swapraja Kerajaan (vorstendland)
yang
berdiri sendiri dan memiliki hak istimewa kerajaan berdasarkan Perjanjian Giyanti pada
|