![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() 34
(perubahan perilaku).
Selanjutnya teori ini mengatakan bahwa perilaku dapat berubah hanya apabila
stimulus (rangsang) yang diberikan benar-benar melebihi dari stimulus semula.Stimulus
yang dapat melebihi stimulus semula ini berarti stimulus yang diberikan harus dapat
meyakinkan organisme.Dalam meyakinkan organisme ini, faktor reinforcement
memegang peranan penting.
Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada komunikan mungkin diterima atau
mungkin ditolak. Komunikasi akan berlangsung jika ada perhatian dari komunikan.
Proses berikutnya komunikan mengerti. Kemampuan komunikan inilah yang
melanjutkan proses berikutnya. Setelah
komunikan mengolahnya dan menerimanya,
maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap.
Gambar 2.2 Teori S-O-R
Sumber : Effendi. 2003, p.255
Teori ini mendasarkan asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku
tergantung kepada kualitas rangsang (stimulus) yang berkomunikasi dengan organisme.
Artinya kualitas dari sumber komunikasi (sources) misalnya kredibilitas, kepemimpinan,
gaya berbicara sangat menentukan keberhasilan perubahan perilaku seseorang,
kelompok atau masyarakat.
2.6
Kerangka Konsep
STIMULUS
ORGANISME
-
Perhatian
-
Pengertian
-
Penerimaa
RESPONS
Minat
Menonton
|