|
4
BAB 2 LANDASAN TEORI
2.1 Studi Kelayakan Proyek
Dalam menilai suatu proyek, perlu diadakannya studi kelayakan untuk mengetahui
apakah proyek tersebut layak untuk dijalankan atau tidak. Dan penilaian tersebut
mencakup berbagai aspek dan membutuhkan pertimbangan tertentu untuk
memutuskannya. Selain untuk menilai layak atau tidaknya proyek tersebut, studi
kelayakan ini juga bertujuan untuk mempelajari kelangsungan dari proyek yang akan
dijalankan. Mungkin saja proyek yang dinilai itu ternyata layak, tetapi bisa saja
kelangsungan dari proyek tersebut ternyata kurang memuaskan, atau jauh dari harapan.
2.2 Perancangan Sistem Kerja
Perancangan sistem kerja adalah suatu ilmu yang terdiri dari teknik - teknik
dan prinsip -
prinsip untuk mendapatkan rancangan terbaik dari sistem kerja yang
bersangkutan. Teknik-teknik dan prinsip-prinsip ini digunakan untuk mengatur
komponen -
komponen sistem kerja yang terdiri dari manusia dengan sifat dan
kemampuannya, peralatan kerja, bahan serta lingkungan kerja sedemikian rupa
sehingga dicapai tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi bagi perusahaan serta
aman, sehat dan nyaman bagi pekerja.
Pengukuran waktu kerja merupakan suatu aktivitas untuk menentukan waktu
yang dibutuhkan oleh seorang pekerja dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
Tujuan pengukuran waktu kerja adalah untuk mendapatkan waktu baku.
2.2.1 Waktu Pengamatan
Adalah waktu pengamatan yang diperoleh dari hasil pengamatan dan pengukuran
waktu yang diperlukan seorang pekerja untuk menyelesaikan suatu aktivitas
pekerjaan.
2.2.2 Pengukuran Kerja (Work Measurement)
Ada beberapa teknik yang digunakan untuk mengukur kerja, diantaranya :
1)
Studi waktu dengan jam henti atau Stopwatch Time Study.
2)
Predetermined Motion Times.
3)
Sampling perkerjaan atau Work Sampling.
|