Home Start Back Next End
  
8
2.5 Aspek Finansial
Untuk
menanamkan investasi yang layak bagi sebuah proyek, maka perlu
dilakukan studi kelayakan yang berkaitan dengan aspek finansial. Pada aspek
finansial ini dilakukan analisis untuk  mengetahui berapa besarnya investasi yang
diperlukan, selain itu kebutuhan akan modal operasional kerja juga menjadi salah
satu pertimbangan yang penting. Pada aspek ini juga mengkaji tentang pengaruh
indikator ekonomi makro terhadap kelayakan keuangan proyek, baik itu aliran
kas
masuk maupun aliran kas keluar, dan salah satu dari indikator tersebut adalah inflasi. 
2.5.1 Investasi
Investasi adalah suatu kebutuhan modal yang nantinya akan digunakan untuk
menjalankan suatu proyek atau mendirikan bidang usaha tertentu. Istilah modal
tersebut mengacu pada kekayaan dalam bentuk uang, ataupun barang yang dapat
digunakan untuk menghasilkan lebih banyak kekayaan. Tujuan ditanamkannya suatu
investasi adalah untuk memperoleh manfaat dimasa mendatang baik itu berupa
manfaat keuangan maupun bukan keuangan ataupun kedua-duanya.
2.5.2 Aliran Kas
Aliran kas adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang
dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukan aliran masuk dan keluar
uang tunai (kas) perusahaan (Iman Soeharto, 1999, p407).
Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat dibagi menjadi tiga
kelompok (Iman Soeharto, 1999, p408), yaitu:
Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan
pengeluaran untuk kegiatan investasi.
Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan aliran kas yang
berkaitan dengan operasional proyek.
Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan
nilai sisa proyek seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan
proyek.
Dalam menyusun aliran kas proyek diperlukan untuk memperhatikan hal-hal
berikut:
Prinsip Aliran Kas
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter