|
16
Ada 2 pendekatan untuk mendesain sebuah basis data, yaitu :
1. Pendekatan bottom-up, dimulai pada
tingkat awal dari atribut (yaitu,
properti dari entitas dan relationship),
melalui analisis dari
asosiasi
antar
atribut,
dikelompokkan
menjadi
hubungan
yang
merepresentasikan jenis-jenis
entitas
dan
hubungan
antar
entitas.
Pendekatan
ini
cocok
untuk
mendesain
basis
data
yang
sederhana
dengan jumlah atribut
yang tidak banyak (Connolly &
Begg, 2005,
hal. 291).
2.
Pendekatan top-down,
digunakan
pada
basis
data
yang
lebih
kompleks.
Dimulai
dengan
pengembangan dari
model
data
yang
mengandung beberapa
entitas
dan
hubungan
tingkat
tinggi,
kemudian
menggunakan
perbaikan
top-down
berturut-turut untuk
mengidentifikasikan
entitas,
hubungan dan
atribut
berkaitan tingkat
rendah.
Pendekatan ini
biasanya
digambarkan melalui
ER
(Entity
Relationship) model (Connolly & Begg, 2005, hal. 292).
Pada
tahap
ini
ada
bagian
yang
disebut
data
modeling,
digunakan
untuk
membantu pemahaman dari
data
dan
untuk
memudahkan
komunikasi tentang kebutuhan informasi.
Kriteria untuk model data, yaitu (Connolly & Begg, 2005, hal. 293):
1.
Structural validity, konsistensi dengan cara
yang didefinisikan
perusahaan dalam menyusun informasi.
2.
Simplicity,
kemudahan
untuk
pemahaman
baik
bagi
yang
profesional
di
bidang
sistem
informasi
maupun
pengguna
yang
non teknis.
|