|
39
(Heizer dan Render, 2009, p306-307)
Lean Production
Lean
adalah suatu upaya terus-menerus untuk menghilangkan pemborosan
(waste) dan meningkatkan nilai tambah (value
added) produk (barang dan / atau
jasa) agar memberikan nilai kepada pelanggan (customer
value). Tujuan Lean
adalah meningkatkan terus-menerus customer value melalui peningkatan terus-
menerus rasio antara nilai tambah terhadap waste
(the value-to-waste ratio). Pada
tahun 2006, the value-to-waste ratio
perusahaan-perusahaan Jepang sekitar 50%,
perusahaan Toyota Motor sekitar 57%, perusahaan-perusahaan terbaik di Amerika
Utara (Amerika Serikat dan Kanada) sekitar 30%, sedangkan the value-to-waste
ratio
perusahaan terbaik di Indonesia baru sekitar 10%. Suatu perusahaan dapat
dianggap Lean
apabila the value-to-waste ratio
telah mencapai minimum 30%.
Apabila perusahaan itu belum Lean, perusahaan tersebut dapat disebut sebagai Un-
Lean Enterprise dan dikategorikan sebagai perusahaan tradisional.
(Gasperz, 2007, p1)
Lean dapat didefinisikan sebagai suatu pendekatan sistemik dan sistematik untuk
mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) atau aktivitas-aktivitas
yang tidak bernilai tambah (non-value-adding activities) melalui peningkatan terus-
menerus secara radikal (radical continuous improvement) dengan cara mengalirkan
|