Home Start Back Next End
  
13
menulis, 
10% 
untuk 
membaca, 
35% 
untuk 
berbicara,dan   50% 
untuk 
mendengar  (
Jiwanta,
1982)
(
Suprapto,
Tommy,
2006:
2).
Hal
tersebut
membuktikan 
betapa
vitalnya
komunikasi
dalam
tatanan
kehidupan
sosial
manusia,
dengan
kata
lain
komunikasi
telah
menjadijantung
dari
kehidupan
kita.
Komunikasi  sudah 
menjadi 
bagian 
dari  kehidupan  kita 
sehari-hari. 
Dan 
yang
jarang
disadari
adalah
bahwa
pada
prinsipnya
tak seorangpun
dapat
melepaskan
dirinya
dari
aktivitas
komunikasi
(Suprapto,
Tommy,2006
:2).
Di
dunia 
ini
mungkin 
orang 
yang
paling
menyadari 
betapa
sangat
tersiksanya
hidup
tanpa
berkomunikasi
adalah
Hellen Keller yang
lahir
tahun
1880
di
Negara
bagian
Alaska 
USA.  Pada 
usia  19  bulan,  karena
suatu 
penyakit,  dia 
menjadi  buta
dan  tuli.
Karena   ketuliannya  
maim 
penderitaan   ketiga 
yang 
dia   alami   adalah   tidak 
dapat
berbicara.
Karena
buta,
tidak satupun
informasi
yang
dapat
ia
terima
dengan
mata
penglihatannya. 
Di
lain
pihak 
ia
tidak
dapat
mengirimkan 
informasi 
dengan
suaranya
karena
miskin
perbendaharaan 
kata-kata.
Tidak
ada
output
yang
dapat
ia
kirim
(dalam
proses
komunikasi 
input  dan
output  komunikasi sangat penting)   (Suprapto,
Tommy,
2006 
2).  Dalam 
kesehariannya 
Keller
hanya 
mampu 
menggelengkan 
kepala 
yang
berarti
"tidalc", 
mengangguk
berarti
"ya"
dan
menarik
berarti
"kemari"
serta
mendorong
berarti
"pergi". 
Baginya 
dunia  benar-benar 
tanpa 
harapan 
dan 
gelap.
Dia 
hanya
bisa
meratapi
diri
dan
bahkan
menceritakannya
kepada
orang
lain
pun
ia tidak
sanggup.Untunglah  
penderitaan 
Hellen 
Keller 
tidak 
berlangsung 
lama, 
karena 
pada
usianya
yang
ke-7
seorang  guru
yang
bemama
Anne
Sullivan  membawa
dia
ke
dunia
yang
terang  dengan 
mengajarkan  symbol-symbol 
komunikasi 
untuk  keperluan
sehari­
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter