|
14
"berkomunikasi",
walaupun
tidak
seperti
orang
normal.
Dan
pada
akhirnya,
Hellen
Keller
dapat
lulus
dengan
predikat
cum laude
dari
Radcliffe
College
pada
tahun
1904
(Suprapto,
Tommy,
2006
:
3).
Contoh
cerita
di
atas,
sepintas
tidak
ada
yang
istimewa
khususnya
bagi
kita
yang
normal.
Tapi
hal
itu
bisa
menjadi
bahan
renungan
untuk
kita
semua
bahwa
seseorang
yang
cacat
pancainderanya
akan
mengalami
kesulitan
yang
sangat
untuk dapat
berkomunikasi
(Suprapto,
Tommy, 2006
:
3).
Wilbur
Schrarmm( Ashadi,
1987)
menyatakan
komunikasi
sebagai
suatu
proses
berbagi (sharing process),
Schrarmm
menguraikannya
demikian:
"Komunikasi
berasal
dari
kata-kata
(bahasa)
Latin
communis
yang
berarti
umum(
common)
atau
bersama.
Apabila
kita
berkomunikasi,
sebenarnya
kita sedang
berusaha
menumbuhkan
suatu kebersamaan
(
commonness)
dengan
seseorang.. Yaitu
kita
berusaha
berbagi
informasi,
ide, atau
sikap. Seperti
dalam
uraian
ini,
misalnya saya
sedang
berkomunikasi
dengan
para
pembaca
untuk
menyarnpaikan
ide
bahwa
hakikat
sebuah
komunikasi
sebenarnya
adalah
usaha
untuk
membuat
penerima
atau pemberi
komunikasi
memiliki
pengertian
(pemahaman)
yang sama terhadap
pesan
tertentu".
Dari
uraian
Scltrarmm
itu
dapat disimpulkan
bahwa sebuah
komunikasi
yang
efektif
adalah
komunikasi
yang
berhasil melahirkan
kebersamaan
(commonness);
kesepahaman
antar
sumber
(source)
dengan
penerima
(audience
-receiver)-nya. Sebuah
komunikasi
akan
benar-benar
efektif
apabila
audience
menerima
pesan,
pengertian
dan
lain-lain
persis
sama
seperti
apa
yang
dikehendaki
oleh
penyampai (Suprapto,
Tommy,
2006:
5).
|