Home Start Back Next End
  
20
3.
Memberikan umpan balik yang informatif
Pada setiap aksi yang dilakukan pengguna, sistem harus
memberikan umpan
balik. Respon dapat disederhanakan untuk
aksi yang kecil dan sering dilakukan, begitu juga sebaliknya untuk
aksi yang besar dan jarang
dilakukan, respon sebaiknya lebih
substansial. Presentasi visual dari objek
menyediakan lingkungan
yang nyaman untuk menunjukkan perubahan secara eksplisit.
4.
Perancangan dialog untuk menunjukkan penutupan atau akhir
Urutan aksi seharusnya diatur menjadi kelompok dengan sebuah
awalan, pertengahan, dan akhir. Umpan balik informatif pada saat
penyelesaian
sekelompok aksi memberikan pengguna kepuasan
atas penyelesaian,
perasaan lega, dan sinyal untuk berhenti
memikirkan kemungkinankemungkinan
dari pikiran mereka, dan
sebuah sinyal untuk mempersiapkan sekelompok aksi berikutnya.
5.
Pencegahan kesalahan
Perancangan sistem sedapat mungkin harus memungkinkan
pengguna
terhindar dari kesalahan yang serius. Antarmuka
sebaiknya mendeteksi
kesalahan dan memberikan instruksi yang
sederhana, konstruktif, dan
spesifik untuk pemulihan jika
pengguna membuat kesalahan. Aksi yang
menyebabkan
terjadinya kesalahan seharusnya tidak mengubah keadaan dari
sistem, atau antarmuka dapat memberikan instruksi untuk
mengembalikan keadaan sistem.
6.
Mengizinkan pembalikkan aksi yang mudah
Sedapat mungkin, aksi dapat dibatalkan atau dibalikkan. Fitur ini
dapat
mengurangi rasa khawatir pengguna karena segala
kesalahan dapat
dibalikkan (undo) serta mendorong eksplorasi
dari fitur yang belum diketahui.
7.
Mendukung pusat kendali internal
Pengguna yang berpengalaman menginginkan suatu perasaan
bahwa mereka
yang memiliki kendali dari antarmuka dan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter