Home Start Back Next End
  
15
II.1.3   Perilaku dan Hubungannya
dengan Arsitektur
Berdasarkan
Kamus
Besar
Bahasa Indonesia
edisi
3
(2001),
pengertian
perilaku
adalah
tanggapan
atau reaksi
individu
terhadap
rangsangan
atau
lingkungan.
Menurut
Joyce
Marcella
(2004),
kata perilaku
menunjukkan
manusia  dalam
aksinya,  berkaitan  dengan  semua
aktivitas  manusia  secara
fisik;  berupa 
interaksi 
manusia 
dengan 
sesamanya 
ataupun 
dengan
lingkungan   fisiknya. 
Arti 
perilaku 
mencakup 
perilaku 
yang 
kasatmata,
seperti  makan, 
menangis, 
memasak, 
melihat, 
bekerja, 
dan  perilaku 
yang
tidak  kasat  mata,  seperti  fantasi,  motivasi, 
dan  proses  yang  terjadi  pada
waktu seseorang diam atau secara fisik tidak bergerak.
Altman
dalam
Sriti
Mayang
Sari
(2003),
menjelaskan
bahwa
manusia
dan
alam lingkungan
pada
hakikatnya
merupakan
satu
kesatuan
yang
tidak
dapat  dipisahkan. 
Senada  dengan 
hal  tersebut, 
Winston 
Churchill 
dalam
Joyce
Marcella
(2004),
mengemukakan
“We
Shape
Our Buildings
and
afterwards
our
buildings
shape
us” yang
dapat
diartikan
kita
membentuk
bangunan kita, setelah itu bangunan membentuk
kita.
Pamudji
Suptandar
(1994),
menjelaskan
bahwa banyak
sekali
perencanaan  atau
perancangan 
yang
tidak
didasarkan  atas
behavior  (yang
dapat
berupa
hobby,
pekerjaan,
kegiatan,
kebiasaan
dan
semua
hal yang
menyangkut 
sifat
dan
perilaku) 
dari
orang-orang 
yang  akan  memakainya,
maka
apabila
perencanaan
tersebut
selesai
dilaksanakan
pada
akhirnya
tidak
dirasakan
kenikmatannya
oleh
si pemakai.
Dengan
premis
dasar
bahwa
perancangan
arsitektur
ditujukan
untuk
manusia,
maka untuk
mendapatkan
perancangan
yang
baik,
arsitek
perlu
mengerti
apa
yang
menjadi
kebutuhan
manusia. (Joyce Marcella, 2004).
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter