|
9
? yang artinya, Giongo dan gitaigo disebut sebagai onshouchou (sound
symbolism) , dalam bahasa Jepang hal inimerupakan suatu keunikan tersendiri.
Senada dengan pendapat tersebut, Kamiya (2002: 214) juga menyebutkan onomatope
sebagai kata keterangan yang meniru suara (giseigo) atau menggambarkan tindakan,
perilaku atau keadaan (gitaigo).
Onomatope juga
sangat membantu sebuah komunikasi yang ada. Hal ini
semakin diperkuat dengan
pendapat lain
dari Fukuda
(2003: 8) yang mengatakan
sebagai berikut:
With onomatopoeia, you can express a vast range of meaning in many
situations. Onomatopoeia is also, however, one of the hardest parts of the
language for English speaker to master, simply because it is so different from
English onomatopoeia. Nevertheless you need to come to grips with it in
order to speak and understand Japanese properly
Terjemahan:
Dengan onomatopoeia, Anda
dapat
mengekspresikan
berbagai macam
makna dalam beberapa situasi. Meskipun seperti itu onomatopoeia terkadang
menjadi salah satu bagian
tersulit bagi pembicara bahasa Inggris
untuk
menguasainya,
hal itu karena onomatope jepang sangat
berbeda dari
onomatope inggris. Namun, Anda perlu memahami untuk mengatasinya guna
berbicara dan mengerti bahasa Jepang dengan benar "
Onomatope pun juga dapat mempermudah sebuah arti dari kata yang digunakan,
hal ini dapat dilihat dari pendapat Fukuda
(1995:7) yang mengatakan bahwa Kata
bahasa Jepang yang meniru bunyi ini merupakan bumbu bahasa, cita rasanya.
Dengan kata-kata ini, bahasa Jepang lisan anda akan lebih wajar dan mengesankan.
Tanpa itu semua jalan hidup ini akan terasa lurus dan membosankan.
Onomatope adalah ???
(giongo)
yang secara harfiah berarti sebuah kata
yang meniru bunyi, dan mimesis adalah ???
(gitaigo), yang secara harfiah
berarti sebuah kata yang meniru tindakan atau keadaan. (Hiroko Fukuda, 1997: 9).
|