|
10
Sedangkan pengertian onomatope menurut J.G. Herder dalam Gorys Keraf
(1990:3) adalah
Obyek-obyek diberi nama sesuai dengan bunyi-bunyi yang
dihasilkan oleh obyek-obyek itu sendiri. Obyek-obyek yang dimaksud adalah bunyi-
bunyi binatang atau peristiwa alam.
Hal serupa dikemukakan juga oleh Hiroko fukuda (2003: 20) bahwa onomatope
adalah kata keterangan yang menerangkan
keadaan, bunyi suatu benda, atau
bunyi
aktifitas pada situasi yang sedang berlangsung, yang terbagi menjadi giongo
dan
gitaigo.
2.1.1 Jenis-jenis Onomatope
Pendapat tentang jenis-jenis yang ada dalam onomatope pun dikemukakan pula
dari pandangan ahli
Kindaichi Haruhiko
(1990:8-9) bahwa onomatope terdiri dari
giongo (giongo dan giseigo) dan gitaigo (gitaigo, giyougo, gijougo).
a. Giongo adalah kata yang menggambarkan bunyi yang keluar, terbagi atas :
-
Giongo yaitu suatu kata yang menyatakan bunyi dari benda mati.
Contohnya: ??????????????
(pintu mulai berderak karena angin).
-
Giseigo yaitu suatu kata yang menyerukan bunyi dari mahluk hidup.
Contohnya: ????????????????????
(menjadi sakit perut karena terlalu banyak tertawa).
b. Gitaigo
adalah kata yang menyatakan sesuatu yang tidak berbunyi tetapi secara
simbolis berbunyi, terdiri atas :
-
Gitaigo yaitu suatu kata yang menyatakan keadaan dari benda mati.
Contohnya: ???????????
(menggosok sepatu sampai megkilat)
|