|
19
merupakan dasar dalam mengajarkan sopan-santun yang baik dan benar
bagi anak. Pendidikan yang telah sejak lama mengajarkan bahwa setiap
anak memanggil dengan sopan kepada orang yang lebih tua. Orang yang
lebih muda harus menggunakan kata Bapak, Ibu, Mas/Kakak, dan
sebagainya. Jangan pernah menyebut orang yang lebih tua dengan hanya
menyebutkan namanya saja. Anak harus mendengarkan dengan sopan bila
orang yang tua sedang berbicara, menjawabnya bila diperlukan, dan tidak
boleh menyela pada saat mereka berbicara. Aturan-aturan tersebut
seharusnya tetap sesuai diterapkan sampai saat ini dan selamanya.
Membudayakan mengantri merupakan satu dari contoh penerapan hormat
terhadap sesama. Mengajarkan anak tentang konsekuensinya bila sopan-
santun itu tidak dilakukannya dengan benar dan baik juga sangat penting.
Sopan santun bukanlah sebuah bab dari suatu pelajaran dalam kehidupan,
namun merupakan pelajaran itu sendiri yang diajarkan bab per bab, tahap
demi tahap. Anak akan kewalahan menerima berbagai aturan etika tersebut
pada saat yang bersamaan. Sinergi antara orangtua (keluarga), guru
(sekolah), dan masyarakat (lingkungan sekitar) menjadi sangat efektif
dilakukan.
1 pujian jauh lebih efektif daripada 1.000 teguran
1 penghargaan jauh lebih bermakna daripada 1.000 hukuman
1 keteladan jauh lebih baik daripada 1.000 kata mutiara
2.3.2
Kiat Ajarkan Anak Sopan Santun
|