|
32
Mendukung pendapat Monk dan Hurlock, Calon (Monks &
Knoers, 2002, p.260) menyatakan bahwa masa remaja menunjukkan
dengan jelas sifat-sifat masa transisi atau perlaihan karena remaja belum
memperoleh status orang dewasa tetapi tidak lagi memiliki status kanak-
kanak.
Teori Erikson memberikan pandangan perkembangan mengenai
kehidupan manusia dalam beberapa tahapan, salah satunya adalah remaja.
Perkembangan yang terjadi secara signifikan pada remaja adalah dari segi
emosional. Pada tahap ini perubahan mood
yang terjadi cenderung
menurun, mampu mengungkapkan emosinya sendiri, dan mulai
memahami perasaan orang lain. Perkembangan lain yang terjadi adalah
perkembangan sosial, terlihat dari peningkatan kemandirian, serta
hubungan dengan teman sebaya yang bertambah erat.
2.4.2.
Batasan Usia Remaja
Terdapat batasan usia pada masa remaja yang difokuskan pada
upaya meninggalkan sikap dan perilaku kekanak-kanakan untuk mencapai
kemampuan bersikap dan berperilaku dewasa. Menurut Kartini Kartono
(1995: 36) dibagi tiga yaitu:
1.
Remaja Awal (12-15 Tahun)
Pada masa ini, remaja mengalami perubahan jasmani yang sangat pesat
dan perkembangan intelektual yang sangat intensif, sehingga minat
anak pada dunia luar sangat besar dan pada saat ini remaja tidak mau
dianggap kanak-kanak lagi namun belum bisa
meninggalkan pola
|