|
11
berkembang. Partisipasi dalam aktivitas komunitas memungkinkan individu-individu
anggotanya untuk mengekspresikan, meneguhkan kembali, atau menegosiasikan
representasi sosial itu.
(3) Partisipasi dalam kekuasaan, baik terhadap sumber daya maupun pengakuan
simbolik. Kekuasaan dalam hal ini tidak dijelaskan sebagai sebuah negativitas intrinsik,
melainkan sebagai ruang daritindakan-tindakan yang mungkin, di mana subjek secara
sosial memperjuangkan dan mengekspresikan pengaruhnya. Melalui partisipasi yang
berinteraksi dengan kekuasaan, orang menghasilkan pengaruh, membangun realitas, atau
membangun makna bagi komunitas.
Partisipasi dalam aktivitas komunitas didefinisikan sebagai pelaksanaan ketiga
dimensi tersebut dalam proses di mana komunitas diaktualisasikan, dinegosiasikan, dan
ditransformasikan. Melalui partisipasi dalam kelompok komunitas, orang
mengembangkan kesadaran mengenai sumber daya komunitas dan terlibat dengan
orang-orang lain yang penting (significant others) dalam arena publik.
2.1.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat terdiri dari faktor dari
dalam masyarakat (internal), yaitu kemampuan dan kesediaan masyarakat untuk
berpartisipasi, maupun faktor dari luar masyarakat (eksternal) yaitu peran aparat dan
lembaga formal yang ada. Kemampuan masyarakat akan berkaitan dengan stratifikasi
sosial dalam masyarakat. Menurut Max Weber dan Zanden (1988, dalam Yulianti, 2012),
mengemukakan pandangan multidimensional tentang stratifikasi masyarakat yang
mengidentifikasi adanya 3 komponen di dalamnya, yaitu kelas (ekonomi), status
(prestise) dan kekuasaan.
|