Start Back Next End
  
60
pengembangan sistem baru serta dalam desain basis data
itu sendiri. Pengembangan
yang baru dewasa ini sering meminta untuk menentukan terlebih dahulu, kasus
penggunaan atau kelas obyek
(the classes of objects). Pada kenyataannya, kedua
aspek yang erat ini saling terkait dan biasanya didefinisikan bersama-sama.
Pengembang yang berpengalaman melakukan proses identifikasian antara kelas (the
classes of objects) dan kasus penggunaan (use cases).
Pendekatan berorientasi objek (Object Oriented Approach model)
membutuhkan model yang saling berhubungan untuk menciptakan satu set lengkap
spesifikasi. Kegunaan pendekatan berorientasi objek (OOAD) ini menurut 
Garceau,
Linda R; Jancura, Elise G; Kneiss,
dan
John
dalam jurnal yang berjudul “ Object-
oriented analysis and design: A new approach to systems development” yaitu
membuat pemodelan menjadi lebih
mudah bedasarkan sisi pengguna ataupun
komunikasi analisnya sehingga meningkatkan fleksibilitas dan
meningkatkan
produktivitas dan keandalan yang lebih baik. Setiap model menggambarkan aspek
yang berbeda dari sistem, sehingga hanya berfokus pada satu aspek pada satu waktu.
Akan tetapi disarankan untuk mempelajari semua model yang berbeda dan cara
mereka cocok bersama.
Tujuan dari diagram use case adalah untuk mengidentifikasi
"menggunakan," atau kasus penggunaan, dari sistem baru-dengan kata lain, untuk
mengidentifikasi bagaimana sistem akan digunakan. 
Menurut Satzinger (2010:241) diagram kasus penggunaan (use case)
dapat
diturunkan langsung dari kolom berjudul "Usecase" dalam table kegiatan (event
table). Sebuah diagram kasus penggunaan (use case) adalah cara yang paling
nyaman (user friendly)
untuk mendokumentasikan kegiatan sistem. Setiap kasus
penggunaan (use case)
harus dijelaskan terperinci baik secara
singkat atau
sepenuhnya dikembangkan. Setiap kasus penggunaan (use case) dapat didefinisikan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter