|
23
3.
Downstream
Dimana distribusi berlangsung, sering kali oleh distributor
eksternal. Di segmen ini, manajer SC mengkoordinasikan
penerimaan pesanan dari pelanggan, mengembangkan jaringan
pergudangan, memilih pembawa untuk mengantarkan produk
mereka ke konsumen dan mengembangkan sistem penagihan
untuk menerima pembayaran dari konsumen.
Menurut Pujawan (2005, p. 37)
Decoupling Point adalah titik
temu sampai di mana suatu kegiatan bisa dilakukan atas dasar
ramalan (tanpa harus menunggu permintaan dari pelanggan) dan dari
mana kegiatan harus ditunggu sampai ada permintaan yang pasti.
Istilah lain dari decoupling point adalah order penetration point
(OPP).
Istilah decoupling point merupakan istilah yang jarang
digunakan untuk suatu sistem produksi, namun karena ada kesamaan
analogi dapat kita gunakan untuk memahami order penetration point
supply chain.
Menurut Pujawan (2005, p. 39) secara umum, terdapat empat
macam posisi decoupling point pada supply chain dalam merespon
permintaan pelanggan:
1.
Make-to-Stock (MTS)
MTS adalah sistem dimana decoupling berada pada proses
terakhir, yaitu pada pengiriman ke pelanggan. Produk akhir dibuat
berdasarkan ramalan. Hanya kegiatan pengiriman yang dilakukan
setelah ada pesanan dari pelanggan. Efisiensi fisik menjadi fokus
|