Start Back Next End
  
24
dalam pengelolaanya. MTS cocok untuk
produk yang variasinya
sedikit dan ketidakpastian permintaannya relative rendah. Aspek
kunci dalam mengelola supply chain yang beroperasi pada
lingkungan MTS adalah penentuan berapa persediaan produk
akhir yang harus disimpan dan bagaimana mekanisme pengiriman
produk jadi ke suatu lokasi pemasaran. Keseimbangan antara
tingkat layanan pelanggan dan banyaknya persediaan produk juga
menjadi hal penting yang harus ditentukan pada supply chain
yang beroperasi dengan sistem MTS.
2.
Assemble-to-Order (ATO)
ATO adalah sistem dimana hanya kegiatan perakitan yang
menungu pesanan dari pelanggan, sedangkan kegiatan fabrikasi
komponen atas dasar peramalan. ATO cocok diterapkan pada
sistem yang memproduksi banyak variasi produk dengan
kesamaan antara komponen dari tiap produk yang cukup tinggi.
Jadi, decouple point ditempatkan setelah proses fabrikasi atau
diawal proses perakitan yang berarti bahwa persediaan akan
disimpan dalam bentuk komponen siap rakit. Aspek kunci dalam
mengelola supply chain yang beroperasi pada lingkungan ATO
adalah lamanya proses perakitan setelah ada pesanan dari
pelanggan dan jumlah variasi produk yang dapat ditawarkan ke
pelanggan Kecepatan perusahaan dalam memenuhi pesanan
pelanggan sangat ditentukan oleh lead time perakitan.
3.
Make-to-Order (MTO)
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter