|
27
tidak jarang bertentangan (conflicting) antara yang satu dengan
yang lainnya. Di dalam perusahaan sendiripun perbedaan
kepentingan ini sering muncul. Konflik antar bagian ini
merupakan satu tantangan besar dalam mengelola sebuah supply
chain. Kompleksitas suatu supply chain juga dipengaruhi oleh
perbedaan bahasa, zone waktu, dan budaya antara satu perusahaan
bahkan dengan perusahaan lain.
2.
Ketidakpastian
Ketidakpastiaan merupakan sumber utama kesulitan pengelolaan
suatu supply chain. Ketidakpastiaan menimbulkan
ketidakpercayaan diri terhadap rencana yang sudah dibuat.
Sebagai akibatnya, perusahaan sering menciptakan pengaman di
sepanjang supply chain. Pengaman ini bisa berupa persediaan
(Safety stock), waktu (safety time), ataupun kapasitas produksi
maupun transportasi. Di sisi lain ketidakpastiaan sering
menyebabkan janji tidak bisa terpenuhi. Dengan kata lain,
customer service level akan lebih rendah pada situasi dimana
ketidakpastian cukup tinggi. Berdasarkan sumbernya ada tiga
klasifikasi utama ketidakpastian pada supply chain. Pertama
adalah Ketidakpastian permintaan. Ketidakpastian permintaan
dari konsumen akan menyebabkan ketidakpastian distributor,
semakin ke hulu, maka tingkat ketidakpastian permintaan akan
semakin meningkat. Peningkatan ketidakpastian atau variasi
permintaan dari hilir ke hulu pada suatu supply chain dinamakan
bullwhip effect. Ketidakpastian kedua berasal dari arah pemasok.
|