Start Back Next End
  
85
bangunan lainnya ada yang digunakan sebagai tempat bilar dan kantor
pajak (dibagian belakang). Bahkan ada juga bangunan lama di
lingukngan ini yang dijadikan tempat tinggal.
Setelah mengalami satu periode yang terlantar dan keluhan para
seniman akan butuhnya tempat pertunjukan lain yang lebih memenuhi
syarat, selain Taman Ismail Marzuki (TIM), tiba-tiba terbersit suatu ide
dari Gubernur R. Suprapto untuk merenovasi gedung yang bersejarah
ini dan dikembalikan kepada fungsinya lewat SK Gubernur DKI Jakarta
NO. 4248/14/1984. Arsitektur dari Gedung Kesenian tidak berubah
hanya di dalam gedung direnovasi secara total dan disesuaikan dengan
perkembangan jaman.
Pada tanggal 5 September 1987 Gedung Kesenian Jakarta
diresmikan oleh Gubernur R . Suprapto yang menjabat kembali sebagai
Gubernur DKI jakarta pada periode itu dan Gedung Kesenian Jakarta
kembali sebagai teater yang mempergelarkan kesenian, serupa masa
lampau. Penyelenggaraan pertunjukan kesenian di Gedung Kesenian
Jakarta dilaksanakan oleh grup-grup yang terpilih berdasarkan inovasi
dan kreatifitas
yang mewakili kesenian lokal, nasional maupun
internasional. Hal ini terus dilakukan agar Gedung Kesenian Jakarta
tetap menjadi tempat pertunjukan yang representative, eksklusif dan
bertaraf internasional disamping menjadi oase budaya bagi masyarakat
Jakarta, persinggahan dan dialog budaya para seniman dan seniwati
dalam dan luar negeri.
Dalam perjalanannya hingga saat ini , Gedung Kesenian Jakarta
telat menerima beberapa penghargaan, yakni
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter