|
24
yang
mengandung trust
atau kepercayaan, dapat dilanggar tanpa
konsekuensi.
Pengetahuan ini dapat diperoleh dari apa yang ia
dengar atau yang ia lihat, kedua adalah technical skill
atau
keahlian/keterampilan yang dibutuhkan untuk
melaksanakan
kecurangan tersebut.
3.
Razionalization atau mencari pembenaran sebelum melakukan
kecurangan
bukan
sesudah. Pembenaran merupakan bagian yang
harus ada didalam tindakan
kejahatan itu sendiri,
bahkan
merupakan bagian dari motivasi pelaku.
II.3. Pengertian Audit Secara Umum
II.3.1. Definisi Audit
Beberapa definisi audit yang penulis kutip dari beberapa sumber menuliskan
bahwa, antara lain:
Menurut Boynton, Johnson, Kell dengan diterjemahkan oleh Paul A.Rajoe,
Gina Gania, Ichsan Setiyo Budi (2006):
Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti
tentang informasi yang dapat
diukur mengenai suatu satuan usaha yang
dilaksanakan oleh seorang yang kompeten dan independen untuk dapat
menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dimaksud dengan kriteria
yang telah ditetapkan. Auditing seharusnya dilakukan seorang yang
independen dan kompeten.
Menurut Arens,
Elder dan Beasley,
(2008:4) yang diterjemahkan oleh Gina
Gania adalah Pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi untuk
menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi itu dengan
|