|
20
atau kurang kalau dibandingkan dengan orang lain. Bila seseorang menyadari
kekurangan, ia akan dapat belajar dan meningkatkan diri supaya menyamai atau
lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain. Dengan demikian, persahabatan
memberi stimulasi yang positif bagi pengembangan pribadi seseorang.
f.
Intimasi/afeksi (intimacy/affection). Tanda persahabatan yang sejati adalah
adanya ketulusan, kehangatan, dan keakraban antara satu dan yang lain. Masing-
masing individu, tidak ada maksud ataupun niat untuk mengkhianati orang lain
karena mereka saling percaya, menghargai, dan menghormati keberadaan orang
lain. Baik ketika bersama maupun ketika sendiri, masing-masing individu yang
bersahabat merasakan kedekatan, kepercayaan, dan penerimaan dalam kelompok
sosial. Walaupun ada perbedaan-perbedaan pemikiran, sikap ataupun perilaku,
perbedaan itu menjadi dasar untuk merasa saling membutuhkan dukungan
emosional dan dukungan sosial supaya tetap terjalin keakraban, kehangatan, dan
keintiman.
2.4 Teori Penokohan
Nurgiyantoro (2002, hal.164) membedakan istilah tokoh dan penokohan, watak
dan perwatakan, karakter dan karakterisasi dalam sebuah fiksi.
Istilah tokoh menunjuk pada orangnya, pelaku cerita. Watak, perwatakan, dan
karakter, menunjuk pada sifat dan sikap para tokoh seperti yang ditafsirkan oleh
pembaca, lebih menunjuk pada kualitas pribadi seorang tokoh. Karakterisasi sering
disamakan artinya dengan karakter dan perwatakan, menunjuk pada penempatan
tokoh-tokoh tertentu dengan watak-watak tertentu dalam sebuah cerita. Atau seperti
dikatakan oleh Jones (1968, hal.33), penokohan adalah pelukisan gambaran yang
|