|
19
yang sedang menghadapi suatu masalah. Kehadiran secara fisik menunjukkan
kerelaan untuk menyediakan waktu, tenaga ataupun pertolongan yang dapat
membangkitkan semangat hidup. Itulah sebabnya orang yang sakit memerlukan
perhatian dan kasih sayang dari teman atau sahabat walaupun sudah ditunggui
atau dijenguk sanak saudaranya.
d.
Dukungan ego (ego support). Walaupun dianggap sebagai seorang ahli,
adakalanya seseorang akan merasa stres, down, atau tidak bersemangat ketika
sedang menghadapi suatu permasalahan yang cukup berat. Seolah-olah
keahliannya tidak berarti apa-apa ketika menghadapi masalah tersebut. Oleh
karena itu, persahabatan menyediakan perhatian dan dukungan ego bagi
seseorang. Apa yang dihadapi seseorang juga dirasakan, dipikirkan, dan
ditanggung oleh orang lain (sahabatnya). Dengan perhatian tersebut, akhirnya
dan biasanya, seseorang memiliki kekuatan moral dan semangat hidup untuk
dapat mengatasi masalahnya dengan sebaik-baiknya. Bahkan ada pula, dengan
perhatian sedikit, seseorang menjadi giat dan termotivasi untuk segera
menuntaskan masalah tersebut.
e.
Perbandingan sosial (social comparison). Persahabatan menyediakan kesempatan
secara terbuka untuk mengungkapkan ekspresi kapasitas, kompetensi, minat,
bakat, dan keahlian seseorang. Dalam konteks interaksi sosial persahabatan,
seseorang ingin diterima, dihargai, diakui, dan dipercayai sebagai seseorang yang
kompeten. Akan tetapi, dalam persahabatan tersebut, masing-masing juga tidak
akan mencela kelemahan-kelemahan orang lain. Justru dengan demikian,
seseorang akan membandingkan dirinya dengan orang lain. Artinya, orang lain
sebagai cermin bagi seseorang, apakah dirinya memiliki kemampuan yang lebih
|