Start Back Next End
  
14
     Apabila persahabatan yang dibangun sejak masa remaja dapat dipertahankan
sampai mereka mencapai dewasa, persahabatan akan membuat kedekatan emosional
antar individu menganggap temannya bukan lagi sebagai sahabat, melainkan saudara
sendiri. Hubungan ini berarti makin mendalam, lebih dari sekedar teman (Dariyo,
2004, hal.130).
     Lebih lanjut, Damon (dalam Dariyo, 2004, hal.128-130), membagi tiga tahap
perkembangan persahabatan sebagai berikut.
a.
Persahabatan sebagai Teman dalam Kegiatan Bermain (Friendship as Handy
Playmate)
Anak-anak awal (early childhood)
usia 4-7 tahun, biasanya memerlukan
teman untuk melakukan kegiatan bermain. Di sini persahabatan terjadi karena
adanya persamaan kepentingan (kebutuhan) bahwa masing-masing individu
memerlukan teman bermain. Masing-masing individu dapat bertemu dan
saling bertukar atau meminjamkan alat permainan, lalu mereka bermain
bersama atau bermain sendiri-sendiri dalam waktu yang sama. Jenis
persahabatan ini tidak dapat dipertahankan dalam waktu yang lama (temporer)
apabila masing-masing anak tidak dapat memenuhi kebutuhan temannya atau
terjadi konflik karena adanya kecurangan yang dilakukan seorang anak,
misalnya mengambil dan memiliki barang mainan dari temannya.
b.
Persahabatan sebagai Upaya untuk Saling Membantu dan Saling
Mempercayai antara Satu dan yang Lain (Friendship as Mutual Trust and
Assistance)
Anak-anak tengah (middle childhood)
usia 8-10 tahun mempunyai konsep
persahabatan yang lebih mendalam dibandingkan dengan anak-anak awal
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter