|
30
rasio perputaran aset tidak lancar
(non current
asset turnover ratio), dan rasio
perputaran total aset (total assets turnover).
3.
Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio)
Rasio
solvabilitas
(leverage)
adalah rasio keuangan yang mengukur jumlah
kewajiban yang digunakan untuk mendukung operasi dan kemampuan perusahaan
untuk membayar kewajibannya. Fahmi (2011:116) menyatakan bahwa rasio
solvabilitas dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana perusahaan mampu
mengelola hutangnya dalam rangka memperoleh keuntungan dan juga mampu untuk
melunasi kembali hutangnya. Menurut Kasmir (2011:151), rasio solvabilitas
merupakan rasio
yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset
perusahaan
dibiayai dengan hutang.
Rasio ini menunjukkan seberapa banyak sumber dana selain
modal yang berupa hutang yang digunakan sebagai pembiayaan bagi perusahaan.
Yang termasuk dalam kategori leverage ratio diantaranya adalah debt to equity ratio,
debt to total assets ratio, equity to debt ratio, dan long term debt to capital employed.
Selanjutnya, salah satu rasio yang termasuk dalam kategori ini adalah rasio
pemenuhan (coverage ratio), yaitu rasio yang
memberikan indikasi kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban pemenuhan atas bunga pinjaman. Rasio
yang termasuk
dalam coverage ratio
adalah rasio kemampuan membayar bunga
(interest coverage
ratio). Tingginya nilai interest coverage
ratio menunjukkan
besarnya kemampuan perusahaan dalam membayar bunga.
4.
Rasio profitabilitas (profitability ratio)
Rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas
manajemen perusahaan secara keseluruhan
dan ditunjukkan dengan besarnya laba
yang diperoleh perusahaan. Rasio ini menggambarkan pengaruh gabungan dari
|