|
34
2.1.3
Accounting Choice
Untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, manajemen dapat memilih
metode
akuntansi yang ada melalui accounting choice. Fields
et al. (2001)
lebih
spesifik menyatakan bahwa
an accounting choice is any decision whose primary
purpose is to influence (either in form or substance) the output of the accounting
system in a particular way, including not only financial statements but also tax
returns and regulatory filings. Dengan kata lain, accounting choice
merupakan
setiap keputusan yang diambil
dengan
tujuan utama untuk mempengaruhi (baik
dalam bentuknya maupun isinya) output dari sistem akuntansi dengan cara tertentu,
tidak hanya mencakup kesesuaian laporan keuangan dengan prinsip akuntansi yang
berlaku, tetapi juga terkait dengan pelaporan pajak dan kepatuhan regulasi.
Kebijakan akuntansi dalam suatu perusahaan dapat mencakup proses
pemilihan metode pelaporan alternatif, sistem pengukuran, dan teknik pengungkapan
tertentu dari semua
informasi
yang tersedia untuk pelaporan akuntabilitas. Melalui
pemilihan kebijakan akuntansi, manajemen dapat mempengaruhi informasi akuntansi
yang disajikan baik bentuk
maupun substansinya
(Fields et al, 2001).
Bentuk
accounting choice dapat berupa pilihan metode penyusutan aset tetap, pilihan dalam
tingkat pengungkapan laporan keuangan perusahaan, pilihan atas waktu untuk
mengadopsi standar yang baru, dan juga pilihan untuk membentuk suatu transaksi
sewa agar memenuhi syarat sebagai operating lease.
Accounting choice
dilakukan manajemen terhadap alternatif metode
akuntansi yang diperkenankan oleh standar akuntansi yang berlaku umum,
yakni
PSAK. Asumsi penting dalam accounting choice adalah bahwa manajemen bersifat
rasional, artinya dia akan memilih metode akuntansi yang paling menguntungkan
bagi perusahaan atau dirinya. Sepanjang manfaat yang diperolehnya lebih besar dari
|