|
26
2.10.2. Pengembangan Sistem
2.10.2.1 Konsep Pengembangan Sistem
Menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2005, p47), metode pengembangan sistem
adalah acuan yang dapat diikuti untuk menyelesaikan setiap aktivitas dalam pengembangan
sistem, termasuk models, tools, dan teknik-teknik tertentu. Model dalam definisi ini adalah
perumpamaan dari aspek penting dalam dunia nyata. Sedangkan
tools
adalah software
pendukung yang membantu membuat model atau komponen lain yang dibutuhkan dalam
proyek.
2.10.2.2 Unified Modeling Language (UML)
Model dalam metodologi pengembangan sistem mencakup perumpamaan inputs,
outputs, proses, data, interaksi antar obyek, lokasi, network, dan peralatan. Model-model ini
digambar dalam bentuk diagram sesuai dengan notasi yang didefinisikan oleh Inified
Modeling Language
(UML). Menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2005, p48) UML adalah
seperangkat kontruksi model dan notasi yang dikembangkan terutama untuk pengembangan
berorientasi obyek.
2.10.2.3 Motodologi Pengembangan Sistem
Salah satu metodologi yang dapat digunakan dalam pengembangan sistem adalah
Unified Process
(UP). UP merupakan sebuah metodologi pengembangan sistem yang
berorientasi obyek. UP kini sudah menjadi salah satu metodologi yang paling banyak
digunakan untuk pengembangan sistem berorientasi obyek.
2.10.3
Konsep Object Oriented
Menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2005, p60), pengertian dari pendekatan
berorientasi obyek adalah suatu pendekatan pengembangan sistem yang memandang sistem
informasi sebagai sekumpulan obyek yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk
menyelesaikan tugas-tugas.
Analisis yang digunakan dalam pengembangan sistem dengan pendekatan berorientasi
obyek adalah object oriented analysis (OOA). Object Oriented Analysis
menjabarkan semua
jenis obyek yang bekerja dalam sistem dan menunjukan interaksi yang dibutuhkan pengguna
untuk menyelesaikan tugas-tugas. Sedangkan Object Oriented Design
(OOD) menjabarkan
semua jenis obyek yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan orang-orang dan peralatan-
|