Start Back Next End
  
36
2.12
Proses Analisis Desain Sistem Rekomendasi
Dalam pembuatan sistem rekomendasi untuk siklus penjualan pada PT. Kreasi Muda
Altekindo penulis menggunakan proses analisis sistem dengan menggunakan Perancangan
Berbasis Objek (Object-oriented Analysis and Design/OOAD) dikarenakan Metode OOAD
melakukan pendekatan terhadap masalah dari perspektif obyek, tidak pada perspektif
fungsional seperti pada pemrograman terstruktur. Akhir-akhir ini penggunakan OOAD
meningkat dibandingkan dengan pengunaan metode pengembangan software dengan metode
tradisional. Sebagai metode baru dan sophisticated bahasa pemrograman berorientasi obyek
diciptakan, hal tersebut untuk memenuhi peningkatan kebutuhan akan pendekatan berorientasi
obyek pada aplikasi bisnis.
Metode pengembangan perangkat lunak berorientasi objek yang sudah dikenal, dan
diantaranya adalah :
1.
Object Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD) dari Peter Coad
dan Edward Yourdon [1990].
2.
Object Modeling Technique (OMT)
dan James Rumbaugh, Michael Blaha, William
Premerlan, Frederick Eddy dan William Lorensen [1991].
3.
Object Oriented Software Engineering (OOSE) dan Ivar Jacobson [1992].
4.
Booch Method dari Grady Booch [1994].
5.
Sritrop dari Steve Cook dan John Daniels [1994].
6.
UML (Unified Modeling Language)
dari James Rumbaugh. Grady Booch dan Ivar
Jacobson [1997].
Metodologi pengembangan sistem berorientasi objek mempunyai tiga karakteristik
utama, yaitu:
1.
Encapsulation
a.
Encapsulation
merupakan dasar untuk pembatasan ruang lingkup program
terhadap data yang diproses.
b.
Data dan prosedur atau fungsi dikemas bersama-sama dalam suatu objek,
sehingga prosedur atau fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya.
c.
Data terlindung dari prosedur atau objek lain, kecuali prosedur yang berada
dalam objek itu sendiri.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter