|
profit
atau loss dapat disajikan sebagai bagian dari statement of comprehensive income,
atau disajikan dalam income statement yang terpisah. Jika income statement
disajikan,
maka laporan tersebut menjadi bagian dari satu set laporan keuangan yang lengkap.
Income statement ditampilkan persis sebelum statement of comprehensive income.
3.
Sebuah statement of change in equity untuk satu periode.
4.
Sebuah statement of cash flow untuk satu periode. IAS 1 versi sebelumnya
menggunakan judul cash flow statement, sedangkan pada IAS 1 revisi menggunakan
judul statement of cash flow.
5.
Catatan (Notes), yang terdiri dari rangkuman kebijakan akuntansi yang penting
dan informasi penjelas lainnya.
Perusahaan dibolehkan untuk menggunakan judul untuk laporan keuangan mereka diluar
yang dinyatakan oleh IAS 1 tersebut.
Selain itu IAS 1 juga mengatur beberapa hal lain seperti
penggunaan asumsi going concern, accrual basis of accounting (kecuali untuk laporan arus kas),
pelarangan melakukan
offsetting, frekuensi pelaporan, informasi komparatif serta konsistensi
dalam pelaporan. Beberapa konsep penyajian yang disebutkan didalam IAS 1 diantaranya adalah
materiality and aggregation yang menyatakan bahwa dalam penyajian laporan keuangan, setiap
item yang serupa jika jumlahnya material maka harus disajikan terpisah dalam laporan keuangan.
Sementara item yang tidak serupa boleh digabungkan hanya jika secara individual tidak material.
Konsep yang lain adalah offsetting
dimana aktiva dan kewajiban, serta penghasilan dan beban,
tidak diperbolehkan untuk di-offset kecuali diminta atau diperbolehkan oleh IFRS.
IAS 1 juga mensyaratkan bahwa informasi komparatif harus diungkapkan sehubungan
dengan periode sebelumnya untuk seluruh
jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan,
|