|
23
(proponents) dan ada yang tidak peduli ( uncommitted). Perusahaan perlu
mengenal publik yang berbeda-beda ini agar dapat dengan jernih melihat
permasalahan.
5.
Silent majority dan
vocal minority.
Dilihat dari aktivitas publik dalam
mengajukan Compalint atau mendukung perusahaan, dapat dibedakan antara
yang vocal (aktif) dan yang Silent (pasif). Publik penulis di surat kabar
umumnya adalah the vocal minority, yaitu aktif menyuarakan
pendapatnya,
tetapi jumlahnya tak banyak, sedangkan mayoritas pembaca adalah pasif
sehingga tidak kelihatan suara atau pendapatnya.
2.1.3.4 Peran Public Relations
Menurut Dozier dan Broom dalam Konsep dan Aplikasi
(Ruslan, 2007:19)
peran public relations dalam suatu organisasi dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
1.
Expert Prescriber:
public relations
berperan sebagai penasehat ahli,
sehingga ditutun untuk mencarikan solusi dalam menyelesaikan masalah
dengan public perusahaan atau organisasi.
2.
Communication Facilitator: public relations
berperan sebagai fasilitator
antara perusahaan dengan publiknya. Dimana
public relations
membantu
pihak manajemen sebagai pendengar apa yang diinginkan dan diharapkan
oleh publik. Begitu juga sebaliknya,
public relations diharapkan dapat
memberikan penjelasan informasi, keinginan dan harapan organisasi kepada
publik, tujuannya adalah agar tercipta rasa saling mempercayai, menghargai,
dan mendukung dengan yang lainnya.
3.
Public Solving Process Facilitator : public relations
menjadi fasilitator
dalam memecahkan permasalahan. Hal ini dimaksudkan untuk membantu
|