Start Back Next End
  
33
2.1.3.1 Perkembangan Telivisi
Televisi tidak muncul begitu saja. Morissan menjelaskan tentang
perkembangan media massas, khususnya televisi.
Pada tahun 1884, Paul Nipkow
yang berasal dari Jerman menemukan prinsip-prinsip televisi. Kemudian pada tahun
1928, Vladimir Zworkyn dari Amerika Serikat berhasil menemukan alat berupa
tabung kamera atau iconoscope yang dapat menangkap dan mengirim gambar ke
dalam kotak yang disebut televisi. Alat tersebut bekerja dengan cara mengubah
gambar dari bentuk gambar optis ke dalam sinyal elektronis berupa gelombang. Pada
tahun 1939, pesawat televisi berhasil diciptakan oleh Zworkyn dan Philo Farnsworth
dan dipertunjukkan kepada masyarakat umum pada pertemuan World's Fair. Pada
saat itu, televisi masih menjadi barang mahal yang tidak dapat dimiliki oleh semua
orang. Program-program yang disajikan pun tidak banyak. Sehingga televisi pada
saat itu dianggap biasa saja oleh masyarakat.
Setelah perang dunia ke dua usai, kemajuan televisi berhasil didorong oleh
penciptaan teknologi yang terus dikembangkan. Mulai dari ukuran layar televisi yang
menjadi lebih besar, banyaknya program tayangan yang tersedia, hingga jaringan
yang mulai dibentuk oleh sejumlah stasiun televisi lokal. Hal ini mengakibatkan
pemakaian pesawat televisi berkembang pesat. Pada awalnya, semua program
televisi ditayangkan dalam siaran langsung atau live. Dimana pada saat itu belum
ditemukan videotape
yaitu alat penyimpan gambar dan suara, sehingga siaran
tersebut harus diulang berkali-kali. Pada saat itu, pertunjukan opera New York,
menjadi siaran favorit di Amerika.
Pada tahun 1956, videotape berhasil dikembangkan oleh Ampex Corporation.
Alat tersebut dijadikan sebagai sarana menyimpan suara dan gambar untuk
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter