|
10
a.
Komunikasi Organisasi Internal
Komunikasi organisasi internal dapat dimaknai sebagai proses pertukaran
gagasan/ pesan antara pimpinan dan pegawai dalam suatu organisasi. Sesuai dengan
namanya, komunikasi organisasi internal tidak hanya melibatkan personel dalam
organisasi dan gagasan/ pesan yang dipertukarkan tapi juga melibatkan struktur
organisasi. Dalam hubungannya dengan struktur organisasi maka pesan yang
dipertukarkan mengalir secara horizontal dan vertikal (Effendy, 2000: 122). Apabila
ditilik dari visi dan misi organisasi, tujuan organisasi, dan ruang gerak maka struktur
organisasi akan memiliki keunikan antara organisasi yang satu dengan organisasi
yang lain. Keunikan ini pastinya akan berdampak pada keunikan yang terjadi dalam
proses pertukaran gagasan/ pesan baik yang arah alirannya vertikal maupun yang
arah alirannya horizontal.
Organisasi sebagai kerangka kerja
menunjukkan adanya pembagian
tugas
antara orang-orang di dalam organisasi yang dapat diklasifikasikan sebagai pimpinan
dan orang yang dipimpin. Untuk menyelenggarakan dan
mengawasi pelaksanaan
tujuan yang akan dicapai pimpinan maka dibuat peraturan sedemikian rupa sehingga
pimpinan tidak perlu berkomunikasi langsung dengan
seluruh karyawan. Pimpinan
membuat
kelompok-kelompok menurut jenis
pekerjaannya dan mengangkat
seseorang sebagai penanggung jawab atas
kelompoknya dimana jumlah kelompok
serta besarnya kelompok tergantung pada
besar kecilnya organisasi.
Pada
komunikasi organisasi internal, terdapat dua alur komunikasi
yaitu: komunikasi
vertikal dan komunikasi horizontal pada organisasi.
Komunikasi vertikal merupakan komunikasi ke bawah menunjukan arus
pesan yang mengalir dari para atasan atau pimpinan kepada bawahannya. Menurut
Davis, komunikasi ke bawah dalam sebuah organisasi berarti bahwa informasi
|