Start Back Next End
  
41
2.7
Perilaku
Perilaku adalah semua kegiatan atau aktifitas manusia, baik yang dapat
diamati langsung maupun tidak dapat diamati pihak luar (Notoatmodjo, 2003: 2014).
Perilaku juga berarti apa
yang orang lakukan dan katakan (Miltenberger, 2004: 2).
Perilaku menunjang apa yang akan manusia lakukan. Jika anada mengatakan bahwa
seseorang marah, anda tidak dapat mengidentifikasi perilaku orang tersebut. Tetapi
jika anda mengidentifikasi apa yang orang lakukan dan katakan saat sedang marah,
maka anda telah mengidentifikasi perilakunya sebagai orang yang marah.
Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat
diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Perilaku dianggap sebagai
sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu
tindakan sosial manusia yang sangat mendasar. Perilaku tidak boleh disalahartikan
sebagai perilaku sosial, yang merupakan suatu tindakan dengan tingkat lebih tinggi,
karena perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang
lain.
Menurut Edward E. Sampson, terdapat perspektif yang berpusat pada
personal dan perspektif yang berpusat pada situasi. Perspektif yang berpusat pada
persona mempertanyakan
faktor-faktor internal apakah baik berupa instik, motif,
kepribadian, sistem kognitif yang menjelaskan perilaku manusia.
Secara garis besar terdapat dua faktor mengenai perilaku manusia (Rakhmat,
2008: 32), diantaranya yaitu :
1.
Faktor Biologis
Biologis terlibat dalam seluruh kegiatan manusia, bahkan berpadu dengan
faktor-faktor sosiopsikologis. Menurut Wilson, perilaku sosial dibimbing oleh
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter