Start Back Next End
  
8
bila yang satu sebagai pengirim, maka yang satunya sebagai penerima,
begitu pula sebaliknya. (Mulyana, 2007: 72-73).
3.
Komunikasi sebagai transaksi
Pandangan ini memungkinkan pesan atau respon verbal dan nonverbal bisa
diketahui secara langsung lewat komunikasi tatap muka. Definisi ini mirip
dengan definisi berorientasi penerima (reciever-oriented)
seperti yang
dikemukakan oleh Burgoon,
yang menekankan penerima dan juga makna
pesan bagi penerima, hanya saja penerimaan pesan ini berlangsung dua
arah bukan satu arah. Istilah transaksi mengisyaratkan bahwa pihak-pihak
yang berkomunikasi berada dalam keadaan interdependensi atau timbal
balik, eksistensi satu pihak ditentukan oleh eksistensi pihak lainnya.
Pendekatan ini menyarankan bahwa semua unsur dalam proses komunikasi
saling berhubungan (Mulyana, 2007: 74-76).
Menurut Bovee dan Thill dalam buku Business Communication Today,
terdapat enam tahap proses komunikasi, yaitu:
1.
Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan.
Sebelum menyampaikan
suatu pesan, pengirim pesan harus memiliki ide atau gagasan yang akan
disampaikan kepada pihak lain atau audiensnya (Purwanto, 2011: 13-14).
2.
Pengirim mengubah
ide menjadi suatu pesan. Agar ide dapat diterima dan
dimengerti dengan baik, maka pengirim pesan harus dapat memperhatikan
beberapa hal, yaitu apa yang ingin disampaikan (subjeknya), maksud atau
tujuannya apa, audiensnya, gaya penyampaiannya, dan mengetahui latar
belakang budayanya (Purwanto, 2011: 14).
3.
Pengirim menyampaikan pesan.
Dalam tahap ini pengirim menyampaikan
pesan melalui berrbagai saluran yang ada kepada penerima pesan. Saluran
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter