|
26
mengenai suatu perusahaan dan
sebaliknya untuk citra negatif, dapat terjadi
jika informasi yang coba untuk disampaikan salah dimengerti oleh publik.
Menurut Ardianto (2010 : 6), kegiatan public relations
adalah
mediator yang menjembatani kepentingan organisasi, lembaga, atau
perusahaan dengan publiknya yang terkait dengan kegiatan PR itu sendiri,
berbagai aktivitas senantiasa menciptakan, menjaga, dan meningkatkan citra
yang positif.
Kaitan upaya public relations
dalam membentuk citra positif suatu
organisasi perusahaan dimata publiknya menyangkut unsur-unsur : citra baik,
itikad baik, saling pengertian, saling mempercayai, saling menghargai, dan
toleransi. (Soemirat, 2010 : 8)
Ada banyak cara untuk menerapkan
PR untuk membangun dan
memelihara hubungan dengan para pemangku kepentingan dalam konteks
branding. (Szondi, 2010, pp.7)
Menurut penulis, PR dapat memberikan koordinasi antar lembaga dan
pemeran yang terlibat dalam pencitraan, serta memainkan peran penting
dalam menciptakan budaya merek internal di antara mereka.
Tanggung jawab PR dalam membangun hubungan baik dengan
berbagai media menjadi salah satu kunci dalam menciptakan citra yang baik
di mata publik.
Perusahaan pasti menginginkan untuk profil dan reputasi
mereka dikenal oleh umum sebagai sesuatu yang positif. (Szondi, 2010,pp.8)
|