![]() 18
Rumus yang digunakan:
Kadar air agregat kasar =
....................................................(2.9)
Dimana :
W
4
= Berat agregat halus keadaan asli (gr)
W
5
= Berat kering agregat halus (gr)
Pemeriksaan kadar organik agregat halus
Zat organik yang terdapat dalam agregat halus biasanya berasal dari proses
penghancuran zat tumbuhan, terutama yang mengandung asam tanin yang
berbentuk humus dan lumpur organik. Zat organik ini biasanya terdapat pada
agregat halus yang diambil dari sungai. Pengaruh zat organik pada beton dapat
menurunkan mutu beton dengan memperlambat dan menghalangi proses
hidrasi semen, oleh karena itu zat organik pada agregat halus harus dihilangkan
sebelum digunakan untuk campuran beton. Pemeriksaan kadar organik agregat
halus menggunakan cairan NaOH yang dicampur dengan contoh agregat halus,
kemudian periksa warna cairan. Kadar organik dinyatakan tinggi (terlalu
kotor), jika warna cairan lebih tua dibandingkan warna larutan pembanding.
Berat jenis dan penyerapan air pada agregat halus
Berat jenis dibedakan menjadi berat jenis kering dan berat jenis jenuh kering
permukaan (saturated and surface dry condition). Berat jenis jenuh kering
permukaan atau biasa disebut berat jenis SSD adalah perbandingan antara berat
pada keadaan jenuh kering permukaan dengan berat air murni pada volume
yang sama pada suhu tertentu. Volume sudah termasuk rongga udara yang
tidak tembus air dan rongga kapiler yang diisi air. Berat jenis kering sama
seperti berat jenis SSD, tapi dalam pengukuran volume termasuk volume
|