|
6
BAB 2
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
2.1
Gambaran Umum Obyek Penelitian
Campuran beton terdiri dari semen portland, agregat halus, agregat kasar, dan
air. Untuk mengurangi berat jenis beton dapat menggunakan material ringan yaitu
EPS (Expanded Polystyrene) sebagai substitusi parsial pasir. Pasir sebagai agregat
halus pada beton akan dikurangi beratnya sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% yang
diganti dengan EPS. EPS dalam campuran beton menimbulkan rongga yang dapat
mengurangi kekuatan dari beton. Rongga tersebut perlu diisi suatu material tambahan
seperti fly ash agar beton lebih padat. Persentase kebutuhan fly ash
yang digunakan
sebesar 0%, 7,5%, 10%, 12,5%, 15%, dan 17,5% dari berat semen.
Perancangan campuran beton dihitung sesuai SNI 03-2834-2000, Tata Cara
Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. Penelitian ini menganalisis kuat tekan
dan berat jenis beton pada umur perawatan beton 28 hari untuk kuat tekan rencana
(fc) sebesar 25 MPa.
2.2
Beton
Beton adalah suatu bahan campuran agregat kasar, agregat halus, air, dan
semen portland. Beton dapat diberi bahan tambahan (additive) atau tanpa bahan
tambahan sesuai kebutuhan. Beton banyak digunakan sebagai bahan konstruksi,
misalnya jalan, jembatan, lapangan terbang, bendungan, gedung bertingkat, rumah
tinggal,
dan lainnya. Membuat
beton tidaklah sederhana hanya mencampurkan
bahan-bahan dasar untuk membentuk campuran pasta beton. Untuk membuat beton
|