|
24
karena fly ash bersifat pozzolan. Pozzolan adalah bahan yang mengandung silika atau
alumino silika yang bila secara sendiri, tidak mempunyai sifat mengikat seperti
semen, tetapi dalam bentuknya yang halus dan dengan adanya air, maka senyawa
tersebut akan bereaksi secara kimia dengan hidroksida-hidroksida alkali atau alkali
tanah pada temperatur ruang membentuk senyawa-senyawa yang mempunyai sifat
seperti semen (SNI 06-6867-2002, pasal 3.1, Spesifikasi Abu Terbang dan Pozzolan
Lainnya Untuk Digunakan Dengan Kapur).
Menurut ACI
Manual of Concrete Practice
1993 Part 1 226.3R-3, fly ash
dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
Kelas C
Fly ash
yang mengandung CaO
= 10%, yang berasal dari pembakaran
lignite
atau sub-bitumen
batubara (batubara muda atau
sub-bitumminous). Fly ash
kelas C disebut juga high calcium fly ash karena mengandung kadar CaO yang
cukup tinggi dan mempunyai sifat cementitious, jika terkena air atau
kelembaban, akan berhidrasi dan mengeras dalam waktu sekitar 45 menit.
Kadar fly ash
kelas C yang digunakan dalam campuran beton sebesar 15%-
35% dari berat binder.
Kelas F
Fly ash
yang mengandung CaO < 10% ysng berasal dari pembakaran
anthracite atau bitumen batubara (bitumminous). Fly ash kelas F disebut juga
low calcium fly ash, yang tidak mempunyai sifat cementitious
dan hanya
bersifat pozzolanic. Kadar fly ash
kelas F yang digunakan dalam campuran
beton sebesar 15%-25% dari berat binder.
Kelas N
|