|
26
antara kuat tekan dengan persentase dengan EPS dapat dinyatakan dengan
rumus y = -1,467 ln (x) + 17,366, untuk berat jenis dengan rumus y = -67,14 ln
(x) + 2035,3; penggantian pasir dengan EPS optimum sebesar 16,6% untuk
kuat tekan 20 MPa dan berat jenis sebesar 2155.87 kg/m3 dengan harga
konstruksi sebesar Rp 805.260,-
per m3; nilai standar deviasi terendah pada
penambahan 35% EPS sebesar 1,72 MPa dan tertinggi pada penambahan 10%
yaitu 3,8 MPa.
c.
Penelitian yang berjudul Mix Design of Styrofoam Concrete Ahmad, M.H, et
al, 2008 bertujuan untuk merencanakan campuran beton styrofoam berdasarkan
umur 28 hari antara metode DOE dan FIP. Kesimpulan penelitian ini yaitu mix
design
metode FIP menghasilkan kuat tekan lebih baik daripada metode DOE;
beton styrofoam dengan 10% fly ash
menghasilkan kuat tekan optimum;
ukuran styrofoam 10 mm menghasilkan kuat tekan lebih besar daripada ukuran
styrofoam 20 mm; tidak ada beton yang mencapai kuat tekan di atas 17 MPa.
d.
Penelitian yang berjudul Compressive and Tensile Strength of Expanded
Polystyrene Beads Concrete oleh Subhan, Tengku Fitriani L.,2005 bertujuan
untuk mempelajari properti dari beton ringan yang mengandung expanded
polystyrene beads, yaitu kuat tekan (compressive strength) dan kuat tarik
(tensile strength). Kesimpulan penelitian ini yaitu peningkatan kadar butiran
polystyrene akan mengurangi kuat tekan dan kuat tarik beton.
e.
Penelitian yang berjudul Analisis Penambahan Fly
Ash
Dalam Campuran
Beton Dengan Expanded Polystyrene
Sebagai Agregat Ringan oleh Susanto,
Ricki., 2011 bertujuan untuk mengetahui kuat tekan dan berat jenis beton
dengan penambahan fly ash
sebagai pengganti semen dan styrofoam
sebagai
agregat ringan. Kesimpulan penelitian ini yaitu kuat tekan optimum sebesar
|