Start Back Next End
  
32
Jenis II yaitu semen portland
yang dalam penggunaannya memerlukan
ketahanan terhadap sulfat atau kalor hidrasi sedang.
Jenis III yaitu semen portland
yang dalam penggunaannya memerlukan
kekuatan tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.
Jenis IV yaitu semen portland yang dalam penggunaannya memerlukan kalor
hidrasi rendah.
Jenis V yaitu semen portland
yang dalam penggunaannya memerlukan
ketahanan tinggi terhadap sulfat.
f.
Menentukan jenis agregat 
Jenis agregat kasar dan agregat halus ditentukan apakah berupa agregat alami
(tak terpecahkan) atau jenis agregat batu pecah (crushed aggregate).
g.
Menentukan nilai faktor air semen 
Nilai faktor air semen (FAS) didapatkan dengan cara menentukan kuat tekan
tekan beton berdasarkan jenis semen dan agregat kasar, kemudian kuat tekan
tersebut digunakan untuk menentukan FAS dengan gambar 2.12 atau 2.13.
-
Menentukan kuat tekan berdasarkan jenis semen dan agregat kasar sesuai
tabel 2.9.
Tabel 2.9 Perkiraan Kuat Tekan Beton (MPa) Dengan Faktor Air Semen 0,50 
Jenis semen
Jenis agregat
kasar
Kekuatan tekan (Mpa)
Umur (hari)
Bentuk
benda
uji
3
7
28
91
Semen
Portland
Tipe I, II, dan
IV
Batu tak
dipecah
17
23
33
40
Silinder
Batu pecah
19
27
37
45
Batu tak
dipecah
20
28
40
48
Kubus
Batu pecah
23
32
45
54
Semen
Portland
Tipe III
Batu tak
dipecah
21
28
38
44
Silinder
Batu pecah
25
33
44
48
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter