Start Back Next End
  
13
Penyerapan
=
...................................................(2.6)
Dimana:
B
k
= Berat agregat kondisi kering (gr)
B
j
= Berat agregat kondisi jenuh kering permukaan (gr)
W1
= Berat piknometer + air + agregat (gr)
W2
= Berat piknometer + air (gr)
Gambar 2.5 Agregat Kasar
2.2.3
Agregat Halus
Agregat halus adalah agregat dengan besar butir maksimum 4,76 mm berasal
dari alam atau hasil olahan yang digunakan sebagai bahan pengisi, penahan
penyusutan, dan penambah kekuatan (SNI 03-6820-2002 pasal 1.3 dan 2.3,
Spesifikasi Agregat Halus Untuk Pekerjaan Adukan dan Plesteran Dengan Bahan
Dasar Semen). Pasir dalam campuran
beton menentukan kemudahan pengerjaan
(workability), kekuatan (strength), dan tingkat keawetan (durability) dari beton yang
dihasilkan. Untuk memperoleh hasil beton yang seragam, mutu pasir harus benar-
benar dikendalikan. Oleh karena itu, pasir sebagai agregat halus harus
memenuhi
gradasi dan persyaratan yang ditentukan sesuai SNI 03-2834-2000, Tata Cara
Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal, sesuai dengan tabel 2.2.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter