|
menarik bisa diperoleh anak dari ilustrasi yang bercerita.
Ketika ilustrasi sudah bercerita, sebaliknya, banyak teks yang
tidak perlu bisa dihapus, sehingga penyampaian tidak ganda
dan membosankan. Dan penulis mendapatkan ruang tambahan
untuk mengungkapkan hal lain yang memperkuat karakterisasi.
3.Isi
a.Tema
Tema disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan target
pembaca. Kalaupun tema dewasa, seperti perceraian, perang,
digunakan dalam buku anak, penyampaiannya harus
memerhatikan sudut pandang anak dan tingkat kematangan
mereka. Buku berfungsi membantu anak memahami dunia di
sekelilingnya.
b.Penyampaian
-Penyampaian yang menggurui dan menganggap anak-anak
bodoh/tidak tahu apa-apa biasanya membuat anak bosan dan
kesal.
-Kalimat hambur kata lebih sulit dipahami ketimbang kalimat
efektif (berlaku untuk semua usia).
Misalnya:
Andi adalah salah satu anggota kelompok yang memegang
balon berwarna biru.(tidak efektif)
Andi anggota kelompok pemegang balon biru.(efektif)
c.Pertimbangan normatif
-
Kenakalan dan keusilan tokoh sering diperlukan untuk
menimbulkan konflik atau kelucuan cerita. Tetapi ketika
kenakalan dan keusilan dibiarkan tanpa konsekuensi tersirat,
dan pelakunya bahkan dijadikan pahlawan, pesan yang diterima
anak menjadi negatif.
-
Mengandung prasangka, SARA, stereotipe.
-
Cerita tidak menarik, klise, mudah ditebak, tidak jelas.
-
Cerita mendukung hal-hal yang bertentangan dengan norma-
norma universal lainnya.
4.Bahasa
a.Kosa kata
Kadang bahasa sederhana diidentikkan dengan sedikit kosa
kata. Sedikit kosa kata sebetulnya tidak masalah. Tetapi kalau
|