|
Kelinci anggora memiliki ciri bulu yang tebal dan lembut
diseluruh bagian permukaan tubuhnya. Selain itu terdapat ciri
lain, yaitu adanya bulu yang tumbuh di ujung telinga dan kaki
depan, bersamaan dengan bulu panjang yang terdapat di
tubuhnya. Kelinci ini memiliki temperamen yang lembut, tetapi
tidak cocok untuk orang yang tidak suka menyisiri binatang
peliharaannya.
Pada umur dewasa mereka bisa mencapai berat 2,0 kg
4,0 kg
baik jantan maupun betina, dan berumur 5-7 tahun tergantung
jenis dari anggoranya. Jumlah anak maksimal dalam satu kali
melahirkan sebanyak 6 ekor. Pertumbuhan bulunya yang sangat
cepat yakni 2.5 cm per bulan, sehingga harus rajin mencukurnya
6-8 cm setiap tiga bulannya agar bulunya tidak menggumpal.
2. Kelinci LOP (ENGLISH LOP, HOLLAND LOP)
Kelinci Lop ini ada berbagai macam/jenis, antara lain English
lop, Holland lop, Dwarf lop, American fuzzy lop,
Anggora/Angora lop, French lop, dsb.
Diantara macam-macam kelinci Lop tersebut di atas, yang relatif
paling terkenal adalah English Lop (Kelinci Lop Inggris).
Ciri dari jenis lop umumnya adalah bentuk kepala lebar, dan
telinga yang menggantung dari pangkal kepala hingga ke
samping pipi, tidak seperti kelinci lain yang pada umumnya
memiliki telinga tegak.
Pada usia dini kelinci lop belum menunjukan telinganya yang
koploh, hingga usia 2- 4 bulan baru bisa terlihat perubahan pada
posisi telinga. Sekilas jenis ini seperti anjing, menarik, dan
sangat lucu sehingga digemari banyak orang.
Kelinci lop Holland mempunyai telinga panjang dan jatuh,
hidung pesek. Sedangkan French lop
mempunyai telinga super
panjang hingga menyentuh tanah, namun jenis ini cukup sulit
hidup di Indonesia. Panjang tubuhnya 12-23cm. Variasi
warnanya putih atau abu-abu. Mata merah atau coklat.
3. Kelinci FLEMISH GIANT
Kelinci Flemish Giant termasuk jenis raksasa karena tubuhnya
yang besar sekali untuk ukuran kelinci pada umumnya, beratnya
dapat mencapai 13 kg. Kelinci ini dengan pakan khusus beratnya
pernah mencapai 22,23 kg dan masuk Guinness World Records.
Kelinci ini dulunya merupakan keturunan dari kelinci liar
Argentina, pada abad 18 pedagang dari Belanda membawa
kelinci raksasa dari Argentina ke Eropa dan
membudidayakannya. Catatan resmi dari jenis ini
sendiri baru
ada pada tahun 1860. Awalnya kelinci giant hanya
dikembangkan di Inggris untuk memenuhi permintaan akan
daging kelinci di tempat tersebut. Kemudian kelinci ini menyebar
|